Telusuri

The Walking Dead - The Final Season



Akhirnya sampailah kita pada seri akhir dari gim TWD garapan Telltale dan SkyBound ini. Menyuguhkan cerita baru dari Clementine serta sang anak asuhnya yaitu AJ apakah diakhiri dengan baik? Mari kita bahas. 

Kisah diawali dengan Clementine dan AJ berada di mobil dalam perjalanan untuk mencari persediaan makanan. Hingga sampailah mereka pada sebuah rumah di dekat rel kereta api yang didalamnya terdapat dua orang mayat hidup terikat di sebuah kursi. 

Beruntungnya mereka menemukan bahan makanan yang begitu melimpah. Namun sayang ada granat yang datang tiba-tiba hingga Clementine dengan cekatan menyelamatkan AJ, beruntungnya mereka berdua tidak apa-apa namun ledakan tadi mengundang banyak mayat hidup dan mengharuskan mereka pergi dari sana.

Pelarian mereka tidaklah mulus, mobil yang mereka naiki malah terjungkal, Clementine pingsan dan AJ dibawa pergi. Ketika Clementine bangun, ia telah berada di sebuah kamar, hingga ia bertemu Marlon yang menyelamatkan mereka.

Oke sekian premisnya, cukup panjang ya? Karena memang itulah awal dari episode satu dalam gim ini, gim ini membawakan kita pada cerita baru dengan karakter-karakter yang juga amat baru. Jika di seri-seri sebelumnya kelompok yang ada bersama kita berisikan para orang dewasa dan remaja tanggung.

Dalam seri akhir ini kita disuguhkan kelompok anak-anak sekolahan yang bertahan hidup di gedung sekolah mereka dengan cara yang cerdas dan unik. Mereka semua dipimpin oleh Marlon, mereka punya tugas dan spesialisasi masing-masing yang tentunya tidak perlu saya tuliskan di sini dan biarkan teman-teman yang menikmati gimnya secara langsung.
Setidaknya ada dua karakter penting yang membuat berbeda jalan ceritanya nanti yaitu Violet dan Louis. Kedua karakter ini bisa kita jadikan teman biasa atau bisa juga menjadi pasangan. Tunggu, kan ada Violet tuh yang seorang perempuan, apa bisa dijadikan pasangan juga? Jawabannya iya.

Memang dalam gim ini akan anda dapati unsur-unsur LGBT namun tidak terlalu kentara dan kita juga dapat memilih untuk melakukannya atau tidak karena terlepas Violet dan Louis menjadi teman atau pasangan kita plotnya akan berujung pada konklusi yang kurang lebih sama. 

Mari kita bahas keluhan saya mengenai gim ini, yaitu kameranya. Iya kamera di TWD musim akhir ini dibuat berbeda dari seri gim TWD lain di mana kita dapat melihat sudut pandang hingga 360° seluruh arah. Terdengar keren dan menarik? Tunggu dulu karena itulah letak masalahnya.

Banyak yang mengeluhkan, termasuk saya ketika harus berjalan atau menghadapi mayat hidup. Karena jika kita berlari, kameranya akan bergerak tanpa henti ke arah kita berjalan seperti berputar-putar, membuat pusing dan mengesalkan, belum lagi tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini selain menurunkan sensitivitas mouse kalian. 

Dari segi suasana dan nuansa, saya suka dengan nuansa horor yang dihadirkan dalam episode satu dan empat, karena itu terasa banget loh, saat Brodley menjadi mayat hidup dan kita harus keluar dari sana. Lalu ketika Minerva menyanyikan lagu "The Night Will Be Over Soon" sambil membawa banyak mayat hidup di sekelilingnya. 

Asli, itu benar-benar momen seram dari seri gim TWD musim akhir ini. Dalam segi mekanik permainan sebenarnya tidak banyak berubah kecuali sistem pertarungannya yang memberikan kita kebebasan dalam memilih target yang ingin kita lumpuhkan atau bunuh di beberapa situasi. Momen-momen cepat juga tiak absen di gim ini untuk menambah dinamika permainan. 

Begitu pula dengan pilihan-pilihan yang biasa menjadi ciri khas TWD ini, tetap memberikan kita pilihan yang akan menentukan kelanjutan cerita dengan apik dan menarik, seperti kita ingin pergi berburu dengan siapa, ingin menemani siapa hingga ingin menyelamatkan siapa di saat-saat genting. Pilihan dialognya tetaplah berdampak pada diri Clementine dan AJ.

Bicara soal AJ, kini ia menjadi seorang anak yang tumbuh dengan cepat dan selalu mendengarkan nasihat Clementine dalam banyak persoalan dan setiap nasihat serta perbuatan kita selama memainkan karakter Clementine juga sedikit banyak akan ditiru oleh AJ ini. 

Bahkan di paruh akhir cerita episode empatnya kita akan melihat bagaimana AJ akan bertindak sesuai dengan apa yang kita percaya dan lihat darinya hingga kita juga akan memainkan karakter AJ di saat-saat genting ketika Clementine terluka. Semua itu dihadirkan dengan baik dan mengharukan dalam gim ini. 

Ada satu elemen yang mungkin bisa dikatakan penting nggak penting terkait gim ini. Yaitu fitur koleksi, karena kita memiliki kamar pribadi dan di beberapa momen akan kembali ke kamar tersebut maka interior di dalamnya dapat kita isi dengan berbagai macam barang yang kita temukan sepanjang permainan.

Awalnya saya suka dengan hal ini, namun setelah memainkannya hingga akhir, saya jadi berpikir hal-hal mengoleksi ini seperti agak kurang penting dan perlu saja sih. Karena kita sendiri tidak bisa setiap saat mengunjungi atau berada di kamar tersebut karena tergantung dengan ceritanya nanti berjalan. Walau saya pribadi juga nggak terlalu fokus mencari barang-barang koleksi sih ya. 

Untuk musuhnya sendiri hadir dari kelompok orang-orang dewasa yang mengambil anak-anak di sekolah dengan tujuan mendidik mereka untuk menjadi tentara, karena kelompok itu sendiri juga dalam kondisi berperang dan tentu saja memerlukan SDM yang banyak. Ada satu orang di kelompok ini yang menjadi twist karakter, ia pernah berada di TWD musim pertama.

Silakan saksikan sendiri ya, saya tidak ingin membocorkannya hehe. Dalam segi aksi, saya acungi jempol. Begitu meriah dan brutal di beberapa momen. Clementine yang semakin dewasa juga semakin matang dalam bertindak sehingga membuatnya dapat memikirkan strategi yang tepat untuk menjatuhkan musuh-musuhnya. 

Untuk para karakter sampingan bagi saya cukup banyak yang menarik, namun tidak semenarik James yang adalah satu-satunya anggota dari pembisik mayat hidup. Jadi filosofi hidupnya adalah memandang para mayat hidup itu sebagai makhluk biasa saja yang pantas hidup. Menarik? Atau malah gila menurut teman-teman? Bagaimana pun peran James ini amatlah besar terkait jalan ceritanya nanti. 

Oke, sekian ulasan saya. Panjang juga ya? Karena memang banyak hal menarik sih yang bisa dibahas dalam gim ini, jadi sebagai penutup dari cerita TWD khususnya Clementine ini saya acungi jempol dan saya suka banyak elemen di dalamnya. 

Jika teman-teman memang sudah bermain seri-seri sebelumnya dari TWD ini maka yang satu ini jangan dilewatkan ya, karena memberikan kita akhir yang melegakan serta mengharukan bagi waralaba gim TWD garapan Telltale dan SkyBound.

Terima kasih telah membaca hingga akhir, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum. 



Gambar : AlphaCoders & Tangkapan Layar YouTube

Posting Komentar

0 Komentar