Tahun 2025 akan segera berakhir. Jika umur masih dipanjangkan, maka di tahun 2026 nanti usia saya akan beranjak ke 27 tahun.
Namun, karya-karya tulis saya di blog ini rasanya masih begitu-begitu saja. Tidak bertambah, stagnan, bahkan sempat berkurang. Tentu semua itu ada sebabnya, dan karena itulah tulisan ini saya buat.
Ini adalah tulisan akhir tahun yang saya rasa perlu dijadikan bahan refleksi. Harapannya, melalui tulisan ini saya bisa kembali mengarahkan niat awal—mengapa saya masih harus dan perlu untuk terus menulis.
Banyak hal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dalam artikel ini saya hanya akan mewartakannya melalui dua poin besar saja. Harapannya, dua poin ini cukup untuk menjawab pertanyaan: mengapa saya lama tidak menulis.
Mari kita langsung masuk ke pembahasan. Silakan menikmati.
1. Laptop Rusak
Laptop saya sebenarnya sudah lama bermasalah, bahkan sejak sebelumnya “diperbaiki” oleh teman abang saya. Alih-alih membaik, laptop itu justru datang dengan berbagai komplikasi.
Baterainya bocor, speaker menjadi rusak dan terdengar cempreng, sementara keyboard tetap tidak berfungsi sehingga saya harus menggunakan keyboard mekanikal yang beratnya—na’udzubillah—cukup menyiksa.
Berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun, saya menggunakan laptop dalam kondisi seperti itu. Hingga pada awal Oktober, masalah baru muncul: catu daya laptop mulai bermasalah.
Awalnya tidak terlalu serius, sampai akhirnya saya harus terus mencolokkannya seharian penuh hanya agar bisa mengisi daya. Jujur saja, ini benar-benar membuat emosi naik.
Alhamdulillah, karena saat itu saya sedang bekerja di bagian produksi makanan UMKM bersama abang saya, saya bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk memperbaiki laptop tersebut.
Proses perbaikannya cukup panjang—memakan waktu hampir satu bulan—dengan berbagai kendala di sana-sini. Saya tidak hanya memperbaiki komponen yang krusial, tetapi juga menambahkan SSD SATA agar proses booting dan pekerjaan menjadi jauh lebih lancar.
Jika ditotal, saya menghabiskan anggaran sekitar Rp980.000 untuk laptop ini.
Mungkin inilah jumlah uang terbesar yang pernah saya keluarkan dari hasil keringat saya sendiri. Dan hasilnya benar-benar memuaskan. Laptop tidak lagi lemot, keyboard kembali bisa digunakan. Memang, trackpad justru jadi tidak berfungsi, tetapi bagi saya semuanya sudah lebih dari cukup.
2. Mendapatkan Pekerjaan Baru
Masih dalam suasana sumringah karena laptop kembali normal, beberapa waktu kemudian saya menerima kabar bahwa saya diterima bekerja di Munzalan sebagai staf Personalia. Senangnya bukan main.
Sebenarnya, sejak beberapa waktu sebelumnya saya sudah melalui proses wawancara hingga dua kali. Jadi ketika pengumuman itu akhirnya datang, rasanya saya bisa bernapas lega.
Yang membuat saya semakin nyaman, ternyata ada beberapa orang yang sudah saya kenal sejak masa kuliah. Bahkan atasan divisi saya adalah ustadz yang pernah mengajari saya membaca Al-Qur’an ketika dulu saya tinggal di Perumahan Taman Sungai Raya.
Diterima bekerja tentu menjadi pengalaman baru. Awalnya terasa canggung, tetapi perlahan saya mulai betah dan terbiasa dengan lingkungan ini.
Di sini, kami tidak hanya bekerja—atau istilahnya berkhidmat—tetapi juga dikelilingi oleh lingkungan yang baik. Dekat dengan masjid, para ustadz, dan orang-orang yang ilmunya bisa kami ambil.
Dua peristiwa inilah yang ingin saya wartakan kepada para pembaca sekalian. Harapannya, cerita ini bisa menjadi obat rindu bagi teman-teman yang setia menanti tulisan-tulisan saya.
Inilah pula salah satu alasan mengapa saya jarang menulis belakangan ini. Saya terbiasa mengurasi dan merapikan tulisan menggunakan laptop sebelum akhirnya dilepas ke publik—rasanya memang jauh lebih nyaman dibandingkan menulis lewat ponsel pintar.
Semoga para pembaca selalu diberikan kesehatan. Saya pada dasarnya masih menulis. Ada beberapa film, novel, hingga cerpen yang sangat ingin saya tuliskan.
Semoga semuanya bisa terwujud, bismillah. Saya juga masih terus belajar bahasa Mandarin dan Inggris. Tinggal bahasa Jerman saja yang belum sempat saya mulai lagi.
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca hingga akhir.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 Komentar