Telusuri

Yami Shibai

Assalamu’alaikum para pembaca semua, semoga kabarnya baik-baik saja ya jangan lupa untuk #Dirumahaja disaat Social Distancing ini, biasakan pola hidup sehat untuk mencegah Virus Covid-19 ini. Anime yang ingin saya bahas kali ini adalah anime bergenre Horor apa itu?? Yap ini dia Yami Shibai, penasaran ini Anime tentang Apa?? Yuk dibahas...

SINOPSIS
Setiap minggunya jam 5 sore, seorang pria tua dengan topeng kuning muncul di taman bermain anak-anak dan menceritakan kepada mereka kisah horor dari cerita mistis dan cerita rakyat Jepang. Si pria menceritakan kisahnya di belakang sepedanya menggunakan metode kamishibai (紙芝居 Kertas drama) tradisional dan menampilkan legenda yang baru tiap minggunya.

Kalau saya tidak salah, pertama kali nonton anime ini ketika SMA dan taunya dari website Samehadaku.co.id saat itu saya sedang melihat-lihat anime disana dan ketemu anime horor satu ini, langsung saya download hingga episode 12 dan ternyata sukses membuat bulu kuduk merinding saaat menontonnya hehehehehe. Cocok bagi kalian yang sedang mencari anime horor dengan cerita ringan karena setiap episode tidak berhubungan dan hanya berdurasi sekitar 4 Menitan.

Fakta mengejutkan setelah saya cari-cari adalah ternyata Yami Shibai yang saat itu saya tonton adalah season ke 3nya dan ternyata sampai saat ini sudah mencapai 6 Season, jujur saya baru menonton lagi Yami Shibai ini walau sempat vakum  karena banyak nonton Anime lain dan sekarang sampai di Season 5nya.

Namun yang paling baik dalam hal cerita saya katakan ada di Season 3 sedangkan di season lain saya tidak terlalu dapat kesan horornya malah lebih kepada hal yang membingungkan, tapi saya tetap merekomendasikan untuk kalian jika ingin mencoba kesan horor dalam sebuah anime.

Baik sekian ulasan saya pada artikel kali ini, mohon maaf tidak ada penilaian untuk anime Yami Shibai ini karena belum seluruhnya saya tonton dan bingung juga mau mulai darimana semua ada plus minusnya disemua episode dalam setiap season apapun. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Referensi : Wikipedia

Posting Komentar

0 Komentar